SISTEM PENJAMINAN MUTU SEKOLAH
(Sebuah Gagasan untuk Memacu dan Memicu Peningkatan Mutu Sekolah)
Oleh: Gede Putra Adnyana
Sistem penjaminan mutu sekolah merupakan uapaya yang dilakukan sekolah untuk menghadapi persaingan global sehingga mampu mempertahankan bahkan meningkatkan daya saing di tingkat kabupaten, provinsi, nasional maupun internasional. Dalam konteks pencapaian tersebut, maka sekolah hendaknya terus berupaya meningkat mutu, relevansi dan efisiensi layanan dengan mengembangkan sistem penjaminan mutu.
Dalam konteks sistem penjaminan mutu sekolah, maka butir yang patut dijamin, meliputi:
1) 8 standar nasional pendidikan (isi, SKL, proses, pendidik/tenaga kependidikan, sarana/prasarana, pengelolaan, penilaian, dan pembiayaan);
2) Kesiswaan;
3) Suasana Akademik/Kegiatan Belajar Mengajar (Budaya Sekolah);
4) Penelitian dan Publikasi (pengembangan keprofesian berkelanjutan);
5) Sistem Informasi Akademik (optimalisasi TI)
Secara sederhana, manfaat yang dapat diperoleh dari sistem penjaminan mutu sekolah, diantaranya 1) dengan adanya jaminan berupa standar/target yang harus dicapai maka ada upaya dan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas layanan pembelajaran, 2) memberikan panduan tertulis kepada seluruh stakeholders sekolah tentang aktivitas pembelajaran, sehingga semua dapat berperan aktif sesuai dengan tugas dan kewenangannya, 3) dapat melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap kinerja sekolah sehingga dimungkinkan segera dilakukan perbaikan kinerja, dan 4) dengan adanya standar, panduan, dan monev yang berkelanjutan maka diharapkan kualitas sekolah meningkat secara signifikan.
Lalu, mungkinkah menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Sekolah?
Artikel Terkait:
Artikel
- Konsep Tri Angga Busana Adat Bali
- Narasi dan Eksekusi Sampah Plastik dalam Pararem
- Bentuk Soal UN 2015 yang Menakutkan
- Ada Apa dengan UN 2015?
- Reaksi Reduksi dan Oksidasi (Bagian-1)
- Mengapa Umat Hindu Melaksanakan Siwa Ratri?
- UN 2015 Tidak Lagi Penentu Kelulusan
- Siapa Bilang Kurikulum 2013 Dicabut?
- Sasaran Dan Penilaian Kerja Pegawai
- Penerapan K-13 untuk Sekolah Terpilih
- Memuliakan Guru, Mungkinkah?
- 7 Alasan Orang Kaya Pelit Sumbangan
- Menuju Hybrid Learning Models Pada Kurikulum 2013
- Hitam Putih Kurikulum 2013 di Tangan Guru
- Ketika Nilai Rapor untuk SNMPTN
- Menggantung Harapan Pada Tim TPG
- Kampus Terpopuler Asia 2013
- Guru Menulis: Momentum dan Tantangan
- Ancaman UN di Kelas XI
- Lenyapnya RSBI-SBI
- 24 Jam Tatap Muka Perminggu Kurang Proporsional
- 5 Unsur Esensial Inquiry
- Hati-Hati Merekrut Pelatih Inti Untuk Kurikulum 2013
- Karut Marut TPG Bukti Ketidakberpihakan Pemerintah
- Penyiapan Guru Sebagai Implementator Kurikulum 2013
Pendidikan
- 50 Universitas Terbaik di Indonesia
- Seputar UN SMA 2015/2016
- PANDUAN PENDAFTARAN BEASISWA BIDIKMISI TAHUN 2016
- Pemenang Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional 2015
- Kampus Terbaik di Indonesia Tahun 2015
- Guru dan UKG 2015
- Daftar Siswa Smandab Lulus SNMPTN 2015
- Kisi-Kisi UN Kimia 2015
- Ada Apa dengan UN 2015?
- Reaksi Reduksi dan Oksidasi (Bagian-1)
- UN 2015 Tidak Lagi Penentu Kelulusan
- Siapa Bilang Kurikulum 2013 Dicabut?
- Sasaran Dan Penilaian Kerja Pegawai
- Surat Mendikbud tentang Implementasi Kurikulum 2013
- Penerapan K-13 untuk Sekolah Terpilih
- Memuliakan Guru, Mungkinkah?
- SNMPTN, SBMPTN, dan Bidikmisi 2014
- Pengumuman Hasil SNMPTN 2014
- Peraih Nilai Tertinggi UN SMA/MA Tahun 2014 Tingkat Nasional
- 78 Siswa Bali dan 54 Siswa Buleleng Tidak Lulus UN SMA/MA
- Dilematika UNAS: Saat Nilai Salah Berbicara
- Bidikmisi Untuk S2 dan Undang-Undang Bidikmisi
- Pemenang Lomba Sekolah Sehat Tahun 2013
- Kisah Inspiratif: Sushma Verma, Raih Gelar Master di Usia 13 Tahun
- Fenomena Guru Berprestasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Pembaca adalah Kebahagiaan Penulis