Ancaman UN di Kelas XI


Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan, Musliar Kasim, dalam rapat dengar pendapat pemerintah dengan Panitia Kerja (Panja) Kurikulum Komisi X DPR di Jakarta, Selasa (15/1/2013), mengatakan bahwa dengan pemberlakuan kurikulum 2013, ujian nasional (UN) di jenjang SMA/SMK akan dilaksanakan di kelas XI. Salah satu alasannya, yakni agar siswa di kelas XII lebih berkonsentrasi untuk menyiapkan diri memasuki jenjang pendidikan tinggi atau kuliah.

Permasalahan berikutnya adalah bagaimana menentukan kelulusan siswa? Karena selama ini nilai UN dijadikan sebagai salah satu komponen penentu kelulusan siswa. Bahkan nilai UN berkontribusi sebesar 60% tinimbang nilai sekolah (NS) yang hanya 40%. Komponen NS meliputi nilai rapor dan nilai ujian sekolah. Agaknya hal ini perlu disosialisasikan oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar semuanya terang benderang.

Jika hasil UN telah diketahui sejak di kelas XI, maka kemungkinan siswa dinyatakan lulus dan tidak lulus dapat diprediksi lebih dini. Manakala hasil UN kelas XI cukup memuaskan dan secara perhitungan matematis semua siswa dapat dinyatakan lulus, maka pembelajaran di kelas XII sangat mungkin diarahkan untuk mempersiapkan diri ke jenjang pendidikan tinggi. Tetapi jika terjadi sebaliknya, di mana hasil UN kelas XI jeblok dan berdasarkan perhitungan banyak siswa tidak lulus, maka besar kemungkinan terjadi berbagai penyimpangan pada pembelajaran di kelas XII. Hal ini mengakibatkan munculnya berbagai upaya bantuan, rekayasa, ataupun manipulasi untuk membantu siswa di kelas XII. Sehingga, orientasi siswa mempersiapkan diri ke jenjang pendidikan tinggi diyakini akan terganggu. Berdasarkan prediksi kondisi ini, sangat layak dilakukan kajian dini terhadap permasalahan tersebut sehingga dapat dicarikan solusi demi kebaikan semua pihak. Sekali lagi, demi menghadirkan pendidikan yang jujur, berkualitas, berkeadilan, bermartabat, dan bertanggung jawab.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Pembaca adalah Kebahagiaan Penulis