UN Versus Kejujuran

UN VERSUS KEJUJURAN
(Pencermatan Penyelenggaraan UN dari Perspektif Kejujuran)

Oleh: Gede Putra Adnyana
(Guru SMAN 2 Busungbiu, Buleleng, Bali)

Kasus kecurangan UN di SD Negeri Gadel II Tandes, Kota Surabaya adalah satu kasus kecil dari ribuan kasus kecurangan lainnya (Kompas.com, 13/6/2011). Di Aceh Timur ada intervensi dinas terkait sehingga sekolah melakukan kecurangan demi menyukseskan target dinas (Republika, 11/4/2011). Aksi contek-contekan dan penggunaan telepon seluler secara bebas mewarnai pelaksanaan UN di Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Kompas. Com, 19/4/2011). Di Jakarta, ditemukan guru membantu memberikan jawaban dan membiarkan muridnya mencontek di ruang ujian SMA (Kompas.com, 20/4/2011). Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) membeberkan temuannya terkait kecurangan pada pelaksanaan ujian nasional tingkat sekolah menengah atas. Kecurangan tersebut umumnya terjadi di daerah, seperti DI Yogyakarta, Aceh Utara, Bekasi, Probolinggo, Bengkulu, dan Lampung Tengah (Kompas.com, 25/4/2011).

Dengan demikian, kecurangan tidak hanya terjadi pada tingkat SD saja, tetapi juga SMP dan SMA. Wilayah kecurangan pun bukan hanya di kota Surabaya saja, tetapi hampir merata di seluruh Indonesia.




Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Pembaca adalah Kebahagiaan Penulis