Program Kegiatan Remedial Dan Pengayaan

PROGRAM KEGIATAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN
SISWA KELAS XII-IPA TAHUN PELAJARAN 2010/2011
MATA PELAJARAN KIMIA

Oleh: Gede Putra Adnyana

1.  Pendahuluan
Pada umumnya, dalam setiap pembelajaran ditemukan tiga kelompok siswa ditinjau dari hasil belajarnya, yaitu kelompok dengan hasil belajar tinggi, sedang, dan rendah. Berkaitan dengan hal tersebut maka diperlukan penanganan yang bijaksana kepada ketiga kelompok tersebut. Dalam hal ini kelompok tinggi dan sedang dapat diberikan pengayaan, sedangkan kelompok rendah diberikan remedial.
Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar (Direktorat PSMA, 2010). Pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar,dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial.
Teknik yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kesulitan belajar antara lain: tes prasyarat (prasyarat pengetahuan, prasyarat keterampilan), tes diagnostik, wawancara, dan pengamatan. Bentuk-bentuk kesulitan belajar peserta didik adalah: a) Kesulitan belajar ringan biasanya dijumpai pada peserta didik yang kurang perhatian saat mengikuti pembelajaran; b) Kesulitan belajar sedang dijumpai pada peserta didik yang mengalami gangguan belajar yang berasal dari luar diri peserta didik, misalnya faktor keluarga, lingkungan tempat tinggal, pergaulan, dan c) Kesulitan belajar berat dijumpai pada peserta didik yang mengalami ketunaan pada diri mereka, misalnya tuna rungu, tuna netra, dan tuna daksa.
Bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial: a) Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 50%; b) Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%; c) Pemberian tugas-tugas kelompok jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20 % tetapi kurang dari 50%; dan d) Pemanfaatan tutor teman sebaya.
Semua pembelajaran remedial diakhiri dengan tes ulang. Dalam hal ini pembelajaran remedial dan tes ulang dilaksanakan di luar jam tatap muka.
Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui: tes IQ, tes inventori, wawancara,dan pengamatan.
Pembelajaran Pengayaan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) Identifikasi kemampuan belajar berdasarkan jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik misal belajar lebih cepat, menyimpan informasi lebih mudah, keingintahuan lebih tinggi, berpikir mandiri, superior dan berpikir abstrak, memiliki banyak minat; b) Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui: tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dan c) Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan dapat dilakukan dengan cara 1) Belajar kelompok, 2) Belajar mandiri, 3) Pembelajaran berbasis tema, dan 4) Pemadatan kurikulum.
Pemberian pembelajaran remedial dan pengayaan dilaksanakan hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing. Pembelajaran pengayaan dapat pula dikaitkan dengan kegiatan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.
Penilaian hasil belajar pada kegiatan remedial adalah untuk mencapai ketuntasan sesuai dengan KKM. Oleh karena itu hasil dari kegiatan remedial tidak boleh melebihi nilai KKM yang telah ditetapkan. Sedangkan hasil penilian kegiatan pengayaan, tentu tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.
Kegiatan remedial dan pengayaan pada SMAN 1 Banjar untuk mata pelajaran Kimia kelas XII program IPA, dilaksanakan di luar jam pelaran efektif. Oleh karena itu, kegiatannya dapat dilaksanakan di sekolah maupun di rumah sesuai dengan konteks kegiatannya.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka untuk kegiatan remedial menggunakan beberapa teknik diantaranya: a) pembelajaran secara klasikal, b) pembelajaran kelompok, c) pembelajaran toturial, d) pemberian tugas rumah, dan e) evaluasi untuk mengetahui keberhasilan kegiatan remidial dimaksud.
Sedangkan kegiatan pengayaan menggunakan beberapa teknik, diantaranya a) pemberian tugas secara kelompok, b) pemberian tugas mandiri, c) pemanfaatan siswa sebagai tutor sebaya, dan d) pemberian tugas menganalisis suatu permasalahan sesuai dengan konteks yang dikaji
3.  Pelaporan
Pelaporan disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan kegiatan remidial dan pengayaan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka mekanisme pelaporannya menggunakan langkah-langkah, sebagai berikut: 1) menganalisis hasil evaluasi belajar siswa setelah selesai 1 KD tertentu, 2) menganalisis ketuntasan siswa dan nilai rerata secara individual maupun klasikal, 3) menetapkan teknik remedial dan/atau pengayaan yang akan diterapkan, 4) melakukan evaluasi/penilaian untuk mengetahui keberhasilan tindakan remedial dan pengayaan, dan 5) menganalisis hasil evaluasi remedial dan/atau remedial serta menentukan tindakan berikutnya.
Berkaitan dengan hal tersebut, laporan kegiatan remedial dan pengayaan pada mata pelajaran kimia kelas XII program IPA SMAN Negeri 1 Banjar tahun 2010/2011, terdiri dari:
1) Kompetensi Dasar yang telah disajikan
2) Indikator pencapaian kompetensi dasar
3) Naskah Soal, Kunci, dan Penskoran:
4) Hasil Ulangan Harian (Uji kompetensi)
5) Analisis Hasil Ulangan Harian (Uji Kompetensi)
6) Rencana tindak Lanjut
7) Soal Ulangan Pasca Remedial dan Pengayaan
8) Hasil Penilaian Pasca Remedial dan Pengayaan
9) Analisis Hasil Kegiatan Remedial dan Pengayaan
10) Penutup (Simpulan dan Rekomendasi)
4.  Pelaporan
Demikian program remidial dan pengayaan ini disusun agar dapat dijadikan acuan dalam penyelenggaraannya. Program ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari upaya menyusun perencanaan yang baik dan benar.

Mengetahui:                                                             Banyuatis, Juli 2010         
Kepala SMAN 1 Banjar,                                          Guru Mata Pelajaran Kimia,



Drs. I Made Ngawi                                                   Gede Putra Adnyana, S.Pd.
NIP. 195912311986031278                                    NIP. 196812011991031005

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar Pembaca adalah Kebahagiaan Penulis