Tiga hal yang penting dalam pelatihan guru ini adalah materi
pelatihan, target guru yang dilatih, dan metode pelatihan yang digunakan. Guru
yang mendapat prioritas pelatihan adalah guru kelas I, IV, VII, dan X dengan
materi seputar konsep kurikulum baru. "Sebenarnya, opsinya kan ada
beberapa terkait teknis pelaksanaan. Tetapi, kemungkinan besar adalah
diterapkan pada kelas I, IV, VII, dan X," ujar Menteri Nuh.
Ia menjelaskan, setiap pelatihan nantinya akan selalu ada
pre-test dan post test. "Dari situ kita lihat master teacher terbaik.
Sehingga kita punya stok master teacher," katanya. Salah satu tujuan
konsep master teacher ini adalah untuk menumbuhkan rasa percaya diri guru, dan
memotivasi guru untuk berprestasi.
Guru-guru yang akan dipilih untuk mengikuti pelatihan menjadi
master teacher tidak hanya berasal dari kota besar, tetapi juga dari tingkat
kabupaten. "Kita ingin membangun atmosfer supaya guru berlomba untuk
berprestasi. Karirnya tidak hanya berupa tunjangan profesi, pangkat, tapi ada
status yang lain, yaitu master teacher," tutur Menteri Nuh.
Pelatihan guru akan dilakukan secara paralel dengan pelatihan
master teacher, yaitu berupa angkatan. "Begitu angkatan satu master
teacher selesai dan dinyatakan qualified, dia langsung terjun ke lapangan, training
guru-guru di mana-mana," terang Mendikbud. Sementara angkatan master
teacher yang pertama melakukan pelatihan untuk guru-guru, pelatihan angkatan
kedua untuk master teacher terus dilakukan, dan seterusnya. Dalam menjalankan
pelatihan guru tersebut, Kemdikbud akan terus menjamin quality control para
guru yang menjadi peserta pelatihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Pembaca adalah Kebahagiaan Penulis