Tampilkan postingan dengan label Catatan Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Kisah Inspiratif: Sushma Verma, Raih Gelar Master di Usia 13 Tahun

Di India, pendidikan dan kesejahteraan bagi anak-anak perempuan masihlah terbatas. Apalagi belakangan ini marak isu tentang pemerkosaan dan pelecehan hak-hak wanita.
Namun ada secercah semangat dan harapan dari seorang anak yang tinggal di India Utara. Sushma Verma, mungkin adalah gadis belia termuda yang memperoleh gelar master di dunia. Di usianya yang masih 13 tahun, gadis muda ini sudah mengecap pendidikan sebagai mahasiswa S2.
Verma menyelesaikan pendidikan formal hingga sekolah menengah pada usia 7 tahun. Mungkin prestasi ini terdengar mengesankan dan cukup bikin merinding. Apakah orangtuanya begitu keras menekan dia agar bisa mencapai prestasi itu? Apakah dia tak kehilangan masa kecilnya?

Dari Keluarga Sangat Sederhana
Verma bukan anak dari orang tua yang keras. Orang tuanya juga tak mengenyam pendidikan tinggi dan miskin. Bahkan mereka memberikan kebebasan pada Verma untuk melakukan apa yang diinginkannya.
"Mereka mengijinkan saya melakukan apa yang ingin saya lakukan. Saya berharap orang tua lainnya juga tak memaksakan pilihan mereka pada anak-anak," ujar verma dengan tutur bahasa yang sangat dewasa dibanding umurnya.
Sushma menjalani kehidupan yang sederhana bersama orang tua dan 3 adiknya. Sehari-harinya, mereka makan, tidur dan belajar bersama di sebuah apartemen satu kamar yang sangat sempit di Lucknow.

Keterbatasan Keadaan Bukan Halangan
Verma mengakui bahwa atmosfir tempat tinggal dan kehidupannya sangat tidak mendukung untuk belajar, bahkan meraih mimpi. "Ada banyak mimpi, dan kesemuanya tidak bisa dipenuhi," ujar Verma.

Sang ayah hanyalah pekerja konstruksi yang mendapatkan penghasilan kurang dari Rp 30 ribu per hari. Barang mewah yang mereka miliki hanya sebuah meja belajar dan komputer bekas. Namun dengan kondisi yang tak ada TV dan berbagai pernik zona nyaman lainnya, memberikan manfaat bagi Verma.
"Tak ada yang dilakukan selain belajar," kata Verma.
Gadis ini mulai kuliah di B. R. Ambedkar Central University. Untuk menempuh perjalanan ke sana, sang ayah dengan setia mengantar jemput menggunakan sepeda kayuh. Kecemerlangan pendidikan Verma sepertinya merupakan benih dari kakak lelakinya.
Sang kakak lulus SMA pada usia 9 tahun dan pada tahun 2007 lalu, ia menjadi lulusan ilmu komputer termuda di usia 14 tahun. Yang membuat ia dan sang kakak berhasil hingga kini adalah banjir dukungan dari sang orang tua yang melakukan apapun demi pendidikan sang anak.
Dari kisah Verma, rasanya kita ingin kembali lagi ke bangku sekolah, lalu belajar dengan lebih giat. Namun, tidak ada kata terlambat untuk meraih impian. Ketekunan dan keyakinan, bisa menembus keterbatasan untuk meraih impian. 
Selengkapnya.. »»  

Happy Ending


Dunia disinyalir penuh dengan panggung sandiwara. Jadi, kehidupan pun adalah panggung sandiwara. Karena, dunia dan hidup dua hal yang tak terpisahkan. Kehidupan adalah panggung sandiwara yang sepenuhnya menceritakan tentang kehidupan umat manusia. Tidak ada cerita lain, selain cerita tentang manusia. Cerita manusia dengan berbagai ending cerita. Oleh karena itu, sepanjang jalan kehidupan, diwajibkan untuk melakukan kebaikan. Jauhkan perbuatan jahat, iri dengki, menyakiti orang lain atau melakoni peran yang konyol. Jauhkan peran yang menyebabkan tragedi untuk diri sendiri dan orang lain.

Danny Thomas mengatakan, “Kesuksesan hidup tidak ada hubungannya dengan apa yang didapatkan atau diraih demi diri sendiri. Kesuksesan hidup berhubungan dengan apa yang dapat dilakukan pada sesama (untuk orang lain)" Agar hidup yang penuh sandiwara ini berakhir happy ending dan dengan kesuksesan, lakukanlah sesuatu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Manusia adalah makhluk sosial, sehingga kebahagiaan semua orang adalah kebahagiaan diri sendiri juga. Jadi, tidak ada manfaatnya menyakiti orang lain. karena sakit yang dirasakan orang lain belum tentu membahagiakan diri sendiri. Akan tetapi membahagiakan orang lain dipastikan akan membahagiakan diri sendiri.

Sekali lagi, kehidupan adalah panggung sandiwara dan tidak bisa bersendiri. Sehingga kepura-puraan niscaya menjadi bagian dari hidup. Dalam hidup, orang tak akan peduli seberapa banyak yang kita tahu. Tetapi orang lain akan tahu seberapa besar kepedulian kita kepada mereka. Oleh karena itu, menunjukkan kepedulian kepada orang lain  merupakan langkah nyata agar kita eksis dalam kehidupan.  Manusia terindah adalah manusia yang bermanfaat untuk saudaranya, dan orang lain. Jadi, sebaik-baik manusia adalah mereka yang melakukan kebaikan untuk semua makhluk.

Ada pernyataan yang perlu dicermati, "Janganlah engkau menunggu kaya untuk membantu orang lain, tapi membantulah sekarang juga, maka engkau akan semakin kaya” Kekayaan untuk konsumsi diri sendiri tidak akan memuliakan diri. Kekayaan yang tidak pernah disedekahkan tidak akan bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Artinya, kekayaan itu tidak bermakna. Oleh karena itu, wajib bagi setiap manusia dengan segala kekayaannya untuk menyumbangkan setiap kebaikan, memberikan setiap kasih sayang, menunjukkan keakraban, membantu mereka yang memerlukan. Jadi, semulia-mulia manusia adalah mereka yang memberi manfaat untuk orang lain sebelum diminta. Semoga kabaikan datang dari segala penjuru. (Gede Putra Adnyana)

Publikasi lain:
Selengkapnya.. »»  

Mati Awal Kehidupan dan Hidup Pangkal Kematian


Hidup, mati, suka, dan duka adalah keniscayaan. Itulah lika-liku mengarungi kehidupan.  Mati adalah awal kehidupan. Dan, setiap awal pasti ada akhir, yaitu mati.
Hidup adalah pangkal kematian. Karena hidup bergerak menuju kematian. Hidup adalah perjalanan menuju bersatunya raga dengan ibu pertiwi. Jadi, hidup dan
mati, pasti datang silih berganti.

Kematian diawali dengan kehidupan. Dan akhirnya kehidupan akan berakhir pada kematian. Dengan demikian tidak ada yang kekal dan abadi. Yang kekal adalah siklus hidup dan mati. Itulah hukum alam yang hakiki. Hukum yang mengikat setiap kehidupan dan kematian.
Tidak ada mati jika tidak ada hidup. Dan tidak ada hidup yang berakhir pada mati. Oleh sebab itu, jangan takut mati. Karena kematian pasti akan datang. Jangan mencari mati. Karena kematian pasti akan menjemput.
Jika hidup perjalanan menuju mati, maka selama hidup, lebih baik memperbanyak kebaikan. Karena kebaikan pasti lebih dirasakan tinimbang kejahatan. Kebaikan akan melahirkan doa. Dan doa akan menggetarkan hati menuju kebahagiaan.
Bersyukur diri dalam keadaan apapun dijadikan sebagai menu keseharian. Karena bersyukur tanda keikhlasan dan ketulusan. Mereka yang ikhlas niscaya menjalani hidup dengan gembira dan bahagia. Tidak ada tekanan, tidak ada tuntutan, selalu mencari kedamaian demi kebaikan bersama.
Oleh karena itu dalam hidup harus tahu diri di mana dan untuk apa hidup. Bahwa hidup tidak bersendiri. Orang lain juga bagian dari hidup dan akan berakhir dengan mati. Sehingga untuk apa menyakiti orang lain yang pasti akan mati. Berbahagialah bersama mereka sehingga damai dalam kehidupan.
Jika niat itu tulus, maka akan menghantarkan kepada kebebasan. Terbebas dari sifat keduniawian yang membelenggu. Semua akan lepas. Terlepas dari sifat-sifat iri dan dengki.
Keterikatan memang bagian dari hidup dan mati. Untuk itu lepaskan ikatan itu, sehingga terlepas dari kepentingan yang terkadang menghalalkan segala cara.  Mulailah berpikir positif dengan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Karena pikiran ini lebih banyak manfaat tinimbang mudaratnya. Jika semua itu dapat dilakoni, diyakini hidup akan senang dan mati pun tenang (putradnyana@gmail.com)

Tulisan ini dipublikasikan juga pada: 
Selengkapnya.. »»  

Jadilah Orang Gembira


Hari yang lalu adalah kenangan. Apapun yang telah terjadi adalah pilihan terbaik Tuhan dan hanya dapat dikenang. Jadi, untuk apa menangisi kenangan. Karena itu telah berlalu dan tak mungkin diputar ulang. Ikhlaskan kenangan sebagai jalan hidup yang harus dilalui.

Hari ini adalah kenyataan. Jadikan kenangan sebagai bahan refleksi untuk hadir dengan kenyataan yang lebih baik. Jangan mengulangi kesalahan yang sama, apalagi membuat kesalahan baru. Kenyataan harus lebih baik dari kenangan dan persiapan masa depan. Agar kenyataan menjadi bagian dari upaya memuliakan hidup maka kenyataan harus dilakoni dengan kebaikan.

Hari esok adalah harapan. Oleh karena itu pikirkanlah hari esok lebih serius tinimbang mengenang kejadian yang lalu. Berbuatlah saat ini yang terbaik untuk menyongsong hari esok lebih baik. Jangan mengaburkan harapan, apalagi menggelapkannya. Terang, kabur, dan gelap ada dalam keyakinan yang paling dalam. Terangilah harapan itu dengan nyala semangat membara, tak kenal putus asa, dan selalu ikhlas menerima kenyataan. Karena, hanya dengan kerja keras dan motivasi tinggi diyakini akan dapat menggapai hari esok lebih baik dalam menggapai harapan.

Helen Keller mengatakan, "Jadilah orang yang gembira. Jangan memikirkan kegagalan hari ini, tapi pikirkan sukses yang mungkin datang di hari esok. Kesuksesan dapat diraih, jika tekun dan gigih, serta merasakan kesenangan dalam mengatasi hambatan. Ingatlah, tidak ada hal yang sia-sia untuk meraih sesuatu yang indah" 

Perilaku dan kebiasaan yang ditunjukkan sehari-hari akan menentukan keberadaan dan kondisi di masa datang. Jika selalu merasa bahwa hidup ini menderita, maka Tuhan akan memberikan penderitaan itu. Sebaliknya, jika hati selalu dalam kegembiraan dan kebahagiaan dengan keikhlasan, maka kegembiraan dan kebahagiaan itu akan menyata. Oleh karena itu, hendaklah selalu menunjukkan perilaku dan kebiasaan yang dapat menghadirkan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain.

Berbagilah kegembiraan dengan orang lain untuk kebaikan dan hanya untuk kebaikan. Terbukalah dengan orang lain tentang kegembiraan. Orang yang selalu tertutup dan tidak pernah merasa gembira dalam hidupnya, maka ia adalah orang yang paling malang. Kegembiraan dan kebahagian itu semakin menjauh. Sebarlah kegembiraan dan kebaikan. Jangan menjadi orang tertutup, apalagi orang picik yang dikungkung kesombongan. Jangan menjadi orang yang hanya melempar batu sembunyi tangan, serta menyebar gosip dan selalu iri dengki dengan kesuksesan orang lain. Orang yang seperti ini dipastikan akan menjadi orang menderita dan menyakiti diri sendiri.

Harta berlimpah, mobil mewah, jabatan tinggi dan kecantikan belum tentu membuat orang bahagia.  Kebahagiaan dan kegembiraan adalah partikel yang terletak jauh di dalam kalbu. Semua itu datang dari dalam diri dan di hati yang paling dalam pada setiap orang. Hargailah orang lain, maka dijamin mereka akan lebih menghargai kita. Jangan berpikiran negatif kepada orang lain. Sebab pikiran ini akan berbalik menyakiti diri sendiri. Jika kita tidak dapat membatu kesulitan orang lain, akan lebih bijaksana berdiam diri sambil berdoa untuk kebaikan. Jangan pernah merasa bahagia di atas pendertiaan orang lain. Sebab, itu akan membuat penderitaan jika melihat kebahagiaan orang lain. Jadi, berpikirlah positif, agar menjadi lebih rileks dan jauh dari rasa khawatir. Selalu menyebarkan senyum, kegembiraan, dan ramah pada setiap orang. Semoga kebaikan selalu datang dari segala penjuru. (putradnyana@gmail.com).

Selengkapnya.. »»  

Gosip Membuat Orang Menjadi Kecil


Gosip Membuat Orang Menjadi Kecil

Pepatah mengataka, “orang-orang besar senang berbicara tentang ide-ide, sementara orang biasa-biasa suka berbicara tentang diri mereka sendiri dan orang-orang kecil suka berbicara tentang orang lain

Ketika orang berbicara tentang orang lain, maka itulah gosip. Gosip membuat orang menjadi kecil. Tidak ada sesuatu yang bisa ditawarkan  dalam gosip. Gosip hanya mengurangi kredibilitas orang membicarakan dan yang dibicarakan serta bisa menghancurkan orang yang mendengarkan. Sehingga nyatalah, bahwa gossip tidak ada manfaatnya untuk diri sendiri, apalagi bagi orang lain.

Berhentilah menyebarkan gosip dan menjadi penerima gosip. Kebijaksanaan untuk menghentikan gossip, berarti akan memperbaiki kehidupan orang lain dan juga diri sendiri.

Hukum aksi-reaksi adalah kepastian di bumi ini. Ketika ada orang yang menceritakan gossip, maka orang itupun akan digosipkan orang lain. Semakin keras kita menggosipkan orang, maka semakin hebat pula kita digosipkan orang lain. Untuk itu, saatnya menebar kebaikan demi menuai kedamaian. Hentikan gossip!

Orang yang memiliki integritas adalah orang yang tidak suka mengumbar omongan tentang orang lain di belakangnya. Jika memiliki masalah dengan seseorang, maka lebih baik mendatangi orang tersebut dan membicarakan masalahnya, dan bukan melalui orang ketiga. Orang yang berintegritas tinggi adalah orang yang akan memuji orang lain secara terbuka dan mengkritik orang secara pribadi.

Dengan demikian, jika ingin menjadi orang besar maka berhentilah membicarakan orang lain dan mari membicarakan ide-ide besar yang bisa mengubah dunia! Gantungkan mimpi itu setinggi-tingginya. Raihlah dengan sekuat tenaga. Gunakan ide-ide dan kreativitas untuk meraihnya. “JADILAH ORANG BESAR DENGAN BERHENTI MEMBICARAKAN ORANG LAIN” (Gede Putra Adnyana, dimodifikasi dari kiriman Anne Ahira admin@asianbrain.com)
Selengkapnya.. »»  

Hasil Studi Wujud Perjuangan Hidup


Hasil Studi Wujud Perjuangan Hidup

Ketika menyaksikan hasil studi mahasiswa seperti gambar berikut:
Hasil Studi Mahasiswa Pascasarjana ITS

Maka hadirlah beberapa analisis, sebagai bentuk kajian terhadap perjalanan panjang sosok siswa, mahasiswa, dalam berjuang mewujudnyatakan jati diri. Inilah analisis dimaksud:

Pertama, kesuksesan seorang mahasiswa tidak berkorelasi secara signifikans dengan asal muasal SMA/SMK. Walau berasal dari SMA/SMK pinggiran yang prestasinyapun dipinggirkan, tetapi mampu meraih prestasi membanggakan ketika melanjutkan studi. Ternyata, mahasiswa adalah sosok yang dapat belajar secara mandiri. Pembelajaran Autodidak dan Andragogi diyakini mendominasi kehidupan mahasiswa dalam memperjuangkan hasil studi yang tinggi. Oleh karena itu, kajian ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi SMA/SMK yang berada di pinggiran agar prestasi dan prestisenya juga tidak dipinggirkan. Harus ada optimisme bahwa proses yang dihadirkan saat SMA/SMK lebih dominan berpengaruh tinimbang nama/prestise sekolah.

Kedua, menumbuhkembangkan sikap analisis kritis wajib hukumnya ditempa dengan sungguh-sungguh di kalangan siswa SMA/SMK. Salah satu aktivitas yang memiliki relevansi sangat tinggi dengan hal tersebut adalah menghidupkan dan mengembangkan kelompok-kelompok peneliti di kalangan siswa. Oleh karena itu, kelompok ilmiah remaja (KIR) atau kelompok ilmiah siswa (KIS), hendaknya mulai dijadikan program wajib oleh pihak sekolah. Dengan kegiatan tersebut, siswa belajar untuk mengkaji permasalahan, membandingkan harapan dengan fakta, mencarikan solusi alternatif, menguji solusi yang ditawarkan, menganalisis secara objektif, dan menyimpulkan serta member rekomendasi. Semua kompetensi ini nyaris tidak muncul dalam pembelajaran kelasikal.

Kedua hasil analisis tersebut muncul dari hasil observasi dengan cara seksama dan dalam tempo yang panjang terhadap mahasiswa yang hasil studinya tersaji di atas. Bahwa kesederhanaan, kesungguhan, ketekunan, kecermatan, jiwa berkompetisi yang tinggi, dan berani berhadapan dengan suasana baru adalah bagian tak terpisahkan dari keberhasilan hasil studi.

Namun, dibalik itu hendaknya harus selalu dan selalu melakukan refleksi diri. Apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan haruslah selalu dijadikan bahan refleksi. Hari kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan dan hari esok adalah harapan. Semua ini, dikaji demi hidup lebih berarti. Karena sesungguhnya hidup adalah upaya peningkatan status, harkat dan martabat agar dapat hadir menjadi orang mulia dan dimuliakan. Akhirnya, selamat dan sukses terucap dengan segala kebanggan dan kebahagiaan bagi Mahasiswa yang Telah Sukses meraih Hasil Studi Sempurna. “Seperti Mahasiswa dengan Hasil Studi di Atas”. Semoga Kebaikan selalu datang dari segala penjuru.


Selengkapnya.. »»  

Perasaan perempuan itu seperti apa sih?

Dunia memang penuh dengan anomali kehidupan yang terkadang sulit dipahami oleh akal. Salah satunya adalah PERASAAN PEREMPUAN.  Lembut, keras, tegas, ragu-ragu, dan berbagai rupa rasa lainnya. Perasaan perempuan inilah yang menjadi misteri sepanjang zaman. 

Sesama perempuan saja kadang-kadang saling sebal karena sangat sulit memahami perasaan perempuan lainnya. Pertengkaran sering terjadi hanya karena masalah sepele. Laki-laki pun tidak kalah bingungnya bila sudah menyangkut masalah perasaan perempuan. Perempuan begitu memperhatikan hal detil. Ada yang salah sedikit dengan alisnya atau sepatunya, atau kulitnya menjadi sedikit belang setelah berenang, dia bisa terus khawatir dan ngomel seharian. Padahal, bila ditanya pada laki-laki, apakah mereka memperhatikan apa yang sering diperhatikan perempuan bila ingin menarik perhatian laki-laki? Apa jawab mereka? Ternyata laki-laki tidak terlalu perhatian dengan hal yang selama ini menjadi perhatian perempuan. :-)

Satu lagi, perempuan suka pamer. Perasaannya akan berbunga-bunga beraneka warna kalau sudah dipuja-puji. Oleh karena itu, pakaian seksi yang terbuka di sana sini pun dipakai demi meraih setitik pujian. Padahal, banyak laki-laki justru penasaran kalau melihat wanita manis tapi berbalut pakaian yang tertutup.

Ken Arok bisa tergila-gila dengan Ken Dedes, bukan karena Ken Dedes berpakaian maha seksi, tapi hanya karena melihat betis Ken Dedes 'sekilas' tertiup angin. Bayangkan, hanya sekilas saja sudah bias membuat Ken Arok melakukan begitu banyak hal demi mendapatkan Ken
Dedes. Sementara Ken Dedes bukanlah seorang perawan ketika itu. Dia adalah istri Tunggul Ametung, dan sedang mengandung anak Tunggul Ametung.

Perempuan oh perempuan... mereka memang spesial :-) Banyak laki-laki sering bertanya "Tidak mengerti saya apa maunya, jadi saya harus gimana?" Nih, saya kasih tips, bagaimana cara memahami dan berkompromi dengan perasaan perempuan:

1. Perempuan suka didengarkan. Jadi kalau dia sedang marah, dengarkan saja. Kalau diladeni, tujuh hari tujuh malam, dia tahan bertengkar!
2. Perempuan suka dilembuti. Jangan pernah sekali-kali kasar pada perempuan karena perempuan bisa menjadi lebih kasar.
3. Perempuan suka diberi kejutan-kejutan kecil. Tidak harus member emas berlian pada sang istri, cukup kecupan mesra di kening tapi penuh cinta nan lembut.
4. Sentuhlah perempuan dengan kasih yang sesungguhnya. Kasih ini akan membuat perempuan memberikan cinta yang lebih.
5. Berikan perhatian setiap saat. Ketika tidur pun sebenarnya perempuan ingin diperhatikan. Ketersipuannya menandakan rasa senangnya diperhatikan.
6. Kirim selalu kata-kata mesra nan menggoda. Walau kata-kata cinta terasa biasa, tidak bagi perempuan. Kata-kata "Aku kangen kamu sayang", atau "Sehari tanpa mendengar suaramu, aku bisa gila", atau "Hanya kamu yang membuatku tergila-gila", sudah cukup membuat hati perempuan melambung ke langit tuju. Menggetarkan relung-relung hati dan jiwanya.

Perempuan memang unik dan special. Sayangi dia, dan Anda akan mendapatkan ribuan kali lipat cintanya. :-) Selamat Hari Kartini!
(Catatan kecil untuk temanku: Gede Putra Adnyana, dari Anne Ahira, 21 April 2012)

Selengkapnya.. »»  

Agar Tidak Ada Lagi Penyesalan

Setiap orang memiliki berbagai peran dalam hidupnya. Sesederhana apapun orang itu. Setiap orang tidak mungkin memiliki hanya satu peran. Peran sebagai anak, ibu, ayah, anggota masyarakat, karyawan, organisasi, terlebih lagi, peran sebagai hamba-Nya. 

Siapapun pastinya pula mengharap yang terbaik pada setiap perannya. Sayangnya, kita memiliki banyak keterbatasan, baik terbatas waktu, tenaga, finansial dan sebagainya. Tidak jarang kita temui, orang-orang yang sukses dalam satu peran, namun gagal di peran yang lain. Misalnya saja, ia seorang Pimpinan Perusahaan yang hebat, namun rumah tangganya berantakan. Atau, dia seorang aktivis yang pintar, namun jarang masuk kuliah, dan nilainya mengkhawatirkan.

Lalu, bagaimanakah menempatkan peran-peran itu dengan sebaik-baiknya?

Pandailah membuat skala prioritas
Misalnya saja, ketika berada di tempat kerja, maka optimalkan peran sebagai karyawan. Namun, saat kita berada di rumah, maka berperanlah sebagai anggota keluarga yang baik.

Berilah waktu untuk orang-orang yang dicintai
Sebelum kita menyesal, maka berilah perhatian pada orang-orang yang dicintai. Jangan kalahkan kepentingan mereka dengan target-target kesuksesan yang dibuat. Karena, sesungguhnya energi cinta dari mereka lah yang tetap membuat tetap semangat untuk meraih sukses.

Jangan pernah lupa memanjakan diri!
Sesibuk apapun, sesekali memanjakan diri sendiri tidak ada salahnya. Memforsir diri terlalu berlebih akan mengantarkan pada stress bahkan depresi. Luangkan waktu untuk diri sendiri. Dengarkan musik, berolahraga, pergi ke salon, membaca buku, lakukan apa yang Anda senangi dan positif akan merilekskan diri Anda!

Buatlah perencanaan dengan realistis
Setiap orang pastinya menginginkan sukses dengan segera. Namun, berusahalah untuk tetap realistis. Jika Anda memiliki 10 prioritas pencapaian pada satu hari, maka jika terpenuhi 3 teratas saja itu sudah cukup baik.
Penghargaan pada diri sendiri
Apapun yang sudah dipilih dalam hidup, maka itulah yang terbaik. Tidak perlu menyesali, meski itu kegagalan. Justru, sebaiknya bisa belajar banyak dari kegagalan, dan tahu cara melakukan segalanya dengan lebih baik.

Saatnya kembali mengevaluasi bagaimana Anda telah berperan selama ini. Apakah ada peran tertentu yang Anda telantarkan? Adakah orang-orang yang seharusnya Anda beri perhatian, namun luput karena tersibukkan oleh satu fokus saja? Apapun itu, masih ada waktu untuk mengubah segalanya agar lebih baik. Tentu saja hanya dengan satu alasan, agar tidak lagi ada penyesalan...
(Catatan kecil untuk temanku: Gede Putra Adnyana, dari Anne Ahira, 19 April 2012)

Selengkapnya.. »»  

Andai Waktu Bisa Terulang


Jika ada sesuatu yang sangat berharga, maka itu adalah waktu.  Siapapun orangnya, tidak akan bisa mengulang setiap waktu yang sudah terlewatkan. Tidak peduli seberapa kaya orang itu, seberapa penting jabatannya, waktu tidak mau diajak kompromi. Ia akan terus berjalan. Tidak peduli apakah orang-orang mampu melewatinya dengan menyenangkan, atau sebaliknya. 

Setiap orang, dimanapun ia berada, memiliki waktu 24 jam dalam sehari. Tidak ada yang mendapatkan lebih, meski hanya satu menit saja. Semua sama. Tidak kurang, tidak lebih.  Jika kemudian waktu bisa terulang, tentu kita semua mengharap melakukan hal-hal yang baik saja. Memperbaiki kesalahan yang pernah kita lakukan. Sayangnya, waktu memang tidak akan pernah bias terulang.

Dalam pencarian kesempurnaan, selalu dibutuhkan proses 'trial and error". Oleh sebab itu, jika kemarin atau  hari ini melakukan kesalahan, carilah kesempatan untuk  memperbaikinya.  Jika gagal melakukan sesuatu hal, bukan berarti itu akhir segalanya. Belajarlah dari kesalahan, dan berusahalah untuk tidak mengulanginya. Belajarlah memaafkan diri sendiri & memaafkan orang lain, karena tidak ada manusia yang sempurna! Yang lalu biarlah berlalu. Mungkin akan menjadi pengalaman selama hayat. Apapun yang terjadi di masa lalu, itu tidaklah penting.  Yang jauh lebih penting adalah bagaimana berbuat di masa depan! Keep fight! :-) (Catatan kecil untuk temanku: Gede Putra Adnyana, dari Anne Ahira)


Selengkapnya.. »»  

Lomba Blog dan Twitter DPD RI (Catatan Hari Kedua)

Jakarta, 17/02/2012. Jumat pagi, 17 Februari 2012, Jakarta dan sekitarnya relatif cerah. Peserta lomba blog dan twitter DPD RI tahun 2012 sudah banyak yang berada di restaurant hotel untuk menikmati makan pagi. Nuansa cengkrama diantara mereka sangat terasa. Senyum, tawa, kecil maupun lebar silih berganti menghiasi wajah mereka. Pendek kata, wajah-wajah kebahagiaan tergores indah menyertai kemesraan mereka. Ini dapat dimaklumi, karena mereka baru saling mengenal yang


dipertemukan oleh kegemaran sama. Kegemaran yang menghadirkan kemesraan. Kemesraan untuk menambah sahabat dari berbagai daerah di seluruh Indonesia (wihhh, ingat seluruh Indonesia!). Kegemaran berselancar di dunia maya baik melalui blog maupun twitter. Sungguh hari yang menawarkan fenomena baru diantara mereka.



Agenda hari ini yaitu pengenalan dan diskusi parlemen, khususnya tentang DPD, pengumuman pemenang lomba blog dan twitter serta lomba antar staf DPD, dan ramah-tamah disertai makan malam di pantai Ancol. Sebagai nara sumber pada diskusi parlemen adalah Ibu Ira Koesno, Bapak Irman Putra Siddi, dan sekretaris jenderal DPD RI, Ibu Siti Nurbaya Bakar. Diskusi-informasi dipandu oleh Ibu Ira Koesno, mantan reporter Metro TV dan TV One.


Ibu Ira Koesno memaparkan tentang pentingnya pemanfaatan sosial media dalam upaya menyosialisasikan eksistensi DPD. Hal ini dipandang perlu, karena ada kekhawatiran sebagian besar masyarakat tidak mengenal sosok DPD yang sesungguhnya. Melalui blog dan twitter, diharapkan kalangan muda yang notabene adalah penerus tongkat pembangunan bangsa dapat mengenal lebih dekat profile DPD RI. Kepedulian pemuda (generasi muda) diharapkan mengubah image masyarakat tentang sepak terjang DPD RI. Di lain pihak pemanfaatan dunia maya (teknologi informasi dan komunikasi) harus terus dikumandangkan di tengah kepungan kemajuan IPTEK. Dalam konteks inilah jejaring sosial urgen dan relevan diterapkan sebagai sarana sosialisasi eksistensi DPD RI.


Kurang strategisnya peran, fungsi dan kewenangan DPD RI saat ini, disoroti oleh pengamat tata negara, Bapak Irman Putra Siddi. Beliau mengemukakan bahwa sistem ketatanegaraan bangsa Indonesia saat ini tidak sesuai dengan cita-cita pembentukan negara. Sejak sumpah pemuda (1928), pembentukan negara harus memperhatikan keragaman daerah. Berkumpulnya Yong Java, Yong Sumatra, Yong Selebes, dan lain-lain adalah untuk mengumandangkan, bertanah air, berbangsa, dan berbahasa satu yaitu Indoensia. Artinya, dukungan daerah sangat strategis sehingga sangat keliru jika mengabaikan aspirasi daerah, apalagi mengebiri. (aduh celaka lah Indonesia ini). Faktanya, sejak beberapa tahun terakhir, aspirasi daerah terabaikan. Dan, baru tahun 2004 aspirasi daerah mulai mendapat perhatian dengan hadirnya Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Namun, sekali lagi terjadi sikap setengah hati dalam megembalikan 'roh' keterwakilan daerah. Karena, ternyata kewenangan DPD RI 'sangat amat lemah sekali', sehingga posisi tawarnya pun amat kecil dalam menentukan kebijakan pemerintah. Sekali lagi, DPD dipandang sebagai “Anak Tiri” dari “Bapak yang Sama”. Oleh karena itu sangat relevan dan signifikan mengembalikan Roh DPD RI kepada posisi yang tepat sebagaimana Roh didirikannya NKRI.


Dalam konteks inilah, dipandang perlu merevitalisasi eksistensi DPD RI. Salah satu langkah strategis agar kekuatan DPD RI menjadi legal secara de fakto mapun de yure, adalah dengan mengamandemen UUD 1945. Salah seorang peserta lomba blog dan twitter DPD bahkan mengusulkan agar dukungan amandemen kelima UUD 1945 dikumandangkan melalui kelompok-kelompok blogger dan twitter. Tujuan mulia dari amandemen kelima ini adalah mengembalikan sistem ketatanegaraan Indoensia sesuai dengan tujuan awal dididrikannya NKRI. Hal nyata yang sangat urgen adalah mengembalikan Roh DPD RI sehingga memiliki kekuatan dalam mendukung keutuhan NKRI. Mungkinkah? Kalau ada upaya, apalagi demi kesejahteraan rakyat, maka tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Setuju?


Diskusi berjalan sangat interaktif, bahkan sampai Ibu Ira Koesno harus menghentikan tanya jawab karena waktu telah melebih dari yang ditetapkan. Artinya, para pemenang blog dan twitter “Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI” sangat serius menyikapi permasalahan berbangsa dan bernegara. Walaupun mereka sebagian besar dari kalangan muda, keinginan mereka untuk memperbaiki sistem ketatanegaraan Indoensia sangat besar. Oleh karena itu sudah saatnya, pihak-pihak terkait memberikan perhatian yang serius kepada para pemuda demi masa depan bangsa Indonesia. (Nah, kalau ini pasti tidak ditolak oleh peserta lomba dan generasi muda Indoensia). Banyak hal baru mengemuka dari diskusi itu, seperti pemanfaatan jejaring sosial yang terus ditumbuhkembangkan, namun jangan meninggalkan media tradisional. Interaksi nyata DPD dengan masyarakat harus semakin sering. Dalam konteks inilah maka ajakan untuk mendukung amandemen UUD 1945 kelima sangat relevan dan signifikan. Semua itu demi mengembalikan roh DPD RI, sehingga tidak sekadar sebagai 'roh gentayangan' yang hanya berada di depan pintu. (ihhhh, takuuttt!!!!).


Acara yang ditunggu-tunggu peserta lomba pun tiba, yaitu pengumuman pemenang lomba blog dan twitter DPD RI tahun 2012. Acara pengumuman pemenang digelar cukup santai yang didahului makan siang bersama staf kesekretariatan DPD, serta beberapa anggota DPD yang terhormat. Bahkan, ketua DPD RI, Bapak Irman Gusman hadir dalam acara tersebut. Sekretaris Jenderal DPD RI, Ibu Siti Nurbaya Bakar melaporkan kegiatan lomba yang telah dilakukan dalam rangka HUT DPD RI ke-7 tanggal 1 Oktober 2011, termasuk lomba blog dan twitter. Sebenarnya lomba ini telah dilaksanakan mulai Agustus sampai dengan Desember 2011. Tetapi pengumuman pemenang baru dapat dilaksanakan 18 Februari 2012. Namun demikian, secara umum kegiatan berlangsung dengan lancar sesuai harapan.


Pengumuman lomba blog dan twitter DPD RI dibacakan oleh salah satu dewan juri, yaitu ibu Ira Koesno. Kriteria yang digunakan untuk menetapkan pemenang, antara lain 1) kesesuaian dengan tema, 2) orisinalitas karya, 3) bahasa, dan 4) kemungkinan implementasi di lapangan. Berdasarkan kriteria itu, maka ditetapkan pemenang lomba blog, yaitu:

Juara Lomba Blog
Juara 1: Dwi Wahyudi dari Provinsi Kalimantan Barat 


Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI Kalimantan Barat
Juara 2: Darma Agung Setya Irfiansyah dari Provinsi DIY Yogyakarta 
Optimalisasi Peran DPD di Daerah
Juara 3: Gede Putra Adnyana dari Provinsi Bali 
Kearifan Lokal sebagai Generator

Juara Lomba Twitter
Juara 1: Monica Lora dari Provinsi Sumatera Utara @monicaloraa
Juara 2: Aldila Geri Istantina dari provinsi DIY Yogyakarta @istantinaa
Juara 3: Mochamad Fajar Nugraha dari provinsi DKI Jakarta @mfnugraha

Juara Favorit Blog
Rosiva Dewi dari Provinsi Sumatera Utara Seandainya Saya Anggota DPD RI


Sesuai dengan pedoman lomba, maka kepada para pemenang berhak mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah, sebagai berikut:
Juara I: iPhone 4s + Paket Wisata kunjungi eloknya Indonesia & Uang Saku.
Juara II: Nokia N9 + Paket Wisata kunjungi eloknya Indonesia & Uang Saku
Juara III: Blackberry Bellagio + Paket Wisata kunjungi eloknya Indonesia & Uang Saku
Juara Favorite (Khusus untuk para Blogger): Samsung Galaxy Tab 7.0 plus


Malam, sekitar pukul 19.00, para finalis peserta lomba blog dan twitter dilepas oleh panitia lomba yang dilaksaakan di pantai Ancol. Acara berjalan lebih banyak dengan spontanitas yang diawali makan malam bersama peserta dan panitia. Berbagai kesan dan pesan mengemuka dalam acara itu. Sebagian merasa dimanjakan, dengan berbagai fasilitas yang sangat memuaskan. Yang lainnya mengusulkan agar lomba ini terus digelar bahkan ditingkatkan baik jumlah juaranya maupun hadiahnya. Ada juga yang sangat terkejut, karena tidak menyangka akan menjadi juara. Padahal, keikutannya diawali hanya sekadar iseng. Apapun kesan yang dirasakan, itu semua bagian dari pahala yang dilimpahkan oleh Yang Maha Kuasa.

Terima kasih kepada panitia lomba blog dan twitter DPD RI. Terima kasih telah melayani peserta dengan tulus dan ikhlas. Terima kasih telah hadir dengan kesabaran menunjukkan tempat-tempat baru bagi peserta. Semoga semua kabaikan itu dibalas oleh Tuhan. Semoga kebaikan selalu datang dari segala penjuru. (putradnyana@gmail.com)
Selengkapnya.. »»