Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan

5 Unsur Esensial Inquiry


Pembelajaran berbasis inquiry memiliki lima unsur penting yang dapat digunakan pada semua tingkatan kelas. Meskipun tidak semua unsur tersebut harus muncul dalam setiap tatap muka, tetapi harus lengkap dalam serangkaian pembelajaran. Kelima unsur inquiry ditinjau dari kegiatan siswa, yaitu:

1. Siswa Memulai Dengan Pertanyaan Yang Dapat Dijawab Secara Ilmiah
Pertanyaan dapat diselidiki dalam ruang kelas atau di luar kelas. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan cara menunjukkan fenomena atau siswa terlibat dalam penyelidikan terhadap benda, zat, atau proses. Pertanyaan juga bisa muncul dan berkembang dari siswa setelah pengamatan. Dalam hal ini siswa dibimbing agar mampu menyelidiki pertanyaan sesuai dengan tahapan perkembangan intelektualnya. Oleh karena itu, guru dituntut mampu memodifikasi pertanyaan-pertanyaan sehingga dapat dijawab oleh siswa sesuai dengan sumber daya yang tersedia.

2. Siswa Menggunakan Bukti-Bukti Untuk Menjawab Pertanyaan
Bukti-bukti tersebut diperoleh dari merancang dan melakukan investigasi, mengamati demonstrasi guru, mengumpulkan spesimen, atau mengamati dan menggambarkan benda-benda, organisme, atau peristiwa. Bukti-bukti  juga dapat diperoleh dari buku-buku atau media elektronik.

3. Siswa Menyusun Penjelasan Untuk Menjawab Pertanyaan Berdasarkan Bukti Yang Dikumpulkan
Siswa menyusun penjelasan ilmiah untuk menjawab pertanyaan dan membangun hubungan berdasarkan pada bukti dan argumen yang logis. Dalam hal ini penjelasan ilmiah siswa dibangun berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki dan ide-ide baru yang diperoleh.

4. Siswa Mengevaluasi Penjelasan
Siswa mengevaluasi penjelasan ilmiah yang telah disusun dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: Dapatkah penjelasan lainnya didasarkan pada bukti-bukti yang sama? Apakah ada kelemahan penalaran dalam menghubungkan bukti dengan penjelasan?

5. Siswa Berkomunikasi Dan Menjastifikasi Penjelasan
Siswa melakukan diskusi tentang penjelasan ilmiah yang telah disusun untuk memperkuat penalaran dalam menghubungkan bukti dengan penjelasan.

Kelima unsur inquiry ini tidak harus terjadi dalam urutan formal dan ketat. Beberapa unsur mungkin muncul beberapa kali. Tetapi dalan satu siklus pembelajaran terhadap topik tertentu kelima unsur tersebut harus muncul. Jika semua unsur tersebut muncul dalam kegiatan pembelajaran, maka dapat disebut telah melakukan inquiry penuh.  Peran guru lebih sebagai pembimbing, motivator, dan fasilitator, sedangkan siswa aktif melakukan penyelidikan.

Sumber:  
Kessler, James H & Patricia M. Galvan. 2007. Inquiry In Action : Investigating Matter Through Inquiry.  3rd ed. USA: American Chemical Society

Selengkapnya.. »»  

Penerapan Model Pembelajaran Biologi Berbasis Masalah (Artikel)

MENINGKATKAN KUALITAS AKTIVITAS BELAJAR, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, DAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI SISWA KELAS X-5 SMA NEGERI 1 BANJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH *)

Oleh
Gede Putra Adnyana **)

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk 1) meningkatkan aktivitas belajar siswa, 2) meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, 3) meningkatkan pemahaman konsep Biologi siswa, dan 4) mengetahui pendapat siswa terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran Biologi. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Banjar kelas X-5 yang berjumlah 38 orang pada semester ke-1 tahun pelajaran 2007/2008. Objek penelitiannya adalah 1) aktivitas belajar, 2) keterampilan berpikir kritis, 3) pemahaman konsep Biologi, dan 4) pendapat siswa terhadap model pembelajaran yang diimplementasikan. Data tentang aktivitas belajar dikumpulkan dengan metode observasi, keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa dengan metode tes, sedangkan pendapat siswa dengan metode kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan dideskripsikan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran Biologi, dapat meningkatkan: 1) aktivitas belajar siswa, 2) keterampilan berpikir kritis siswa, dan 3) pemahaman konsep Biologi siswa, serta 4) siswa memberikan respon positif terhadap model pembelajaran yang diterapkan. Aktivitas belajar siswa meningkat dari berkualifikasi cukup pada siklus I menjadi baik pada siklus II. Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa terjadi pada keterampilan merumuskan masalah, memberikan argumentasi, melakukan induksi, dan memberikan penilaian. Pemahaman konsep biologi siswa dapat dilihat dari peningkatan rerata nilai, di mana pada siklus I sebesar 6,03 menjadi 6,49 pada siklus II. Siswa memberikan respon positif terhadap penerapan model pembelajaran, dimana terdapat 77,98 % siswa yang menyatakan setuju, 18,28% ragu-ragu, dan hanya 3,74% tidak setuju.


Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah, aktivitas belajar, keterampilan berpikir kritis, pemahaman konsep biologi

*) Juara I, LKTI Guru Se-Bali, Dies Natalis II Undiksha Singaraja, 8 Mei 2008
**) Guru SMAN 1 Banjar, Buleleng, Bali

Artikel ini telah dimuat pada Jurnal Pendidikan Kerta Mandala, Volume 1, Nomor 001, Oktober 2009, ISSN: 2085-9716, Diterbitkan oleh: Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, Bali.

Untuk mendapatkan artikel lengkapnya, silahkan unduh di sini: http://www.ziddu.com/download/18891905/kelPenerapanModelPembelajaranKimiaBerbasisMasalah.pdf.html
Selengkapnya.. »»  

PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING PADA PEMBELAJARAN KIMIA

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR, KOMPETENSI KERJA ILMIAH, DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA MELALUI
PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING
PADA PEMBELAJARAN KIMIA

Oleh
Gede Putra Adnyana*)

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan 1) aktivitas belajar, 2) kompetensi kerja ilmiah, 3) pemahaman konsep kimia, dan 4) respon postif siswa melalui penerapan model problem solving pada pembelajaran kimia. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Banjar kelas XII Program IPA semester ke-1 tahun pelajaran 2009/2010. Dan objek penelitiannya adalah 1) aktivitas belajar, 2) komptensi kerja ilmiah, 3) pemahaman konsep kimia, dan 4) respon siswa terhadap penerapan model problem solving pada pembelajaran kimia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pembelajaran kimia dengan penerapan model problem solving pada pembelajaran kimia dapat meningkatkan aktivitas belajar, 2) kompetensi kerja ilmiah, 3) pemahaman konsep kimia, dan 4) respon positif siswa. Aktivitas belajar siswa meningkat dari berkategori cukup dengan rerata skor 2,25 pada siklus I, menjadi baik dengan skor 2,88 pada siklus II. Rerata skor kompetensi kerja ilmiah siswa pada siklus I sebesar 2,63 dengan kategori cukup meningkat menjadi berkategori baik dengan rerata skor 3,77 pada siklus II. Rerata skor pemahaman konsep kimia siswa meningkat dari 32,15 pada tes awal, menjadi 62,55 pada siklus I, dan 77,59 pada siklus II. Siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran kimia dengan penerapan model problem solving, di mana 76,59% siswa menyatakan setuju dan 16,52% tidak setuju.

Kata kunci: aktivitas belajar, kompetensi kerja ilmiah, dan pemahaman konsep kimia, model problem solving

*) Guru Kimia pada SMA Negeri 2 Busungbiu, Buleleng, Bali

Artikel ini telah dimuat pada Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, Volume 1, Nomor 1, April 2011, ISSN: 2087-9040, Diterbitkan oleh: Ikatan Alumni Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA, Universitas Pendidikan Ganesha.

Untuk mendapatkan artikel lengkapnya, silahkan unduh di sini: http://www.ziddu.com/download/18872748/ARTIKELPENERAPANMODELPROBLEMSOLVING.pdf.html
Selengkapnya.. »»  

PENERAPAN MODEL SB-HD BERBANTUAN LKS-2E

PENERAPAN MODEL SB-HD BERBANTUAN LKS-2E PADA PEMBELAJARAN KIMIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA

Oleh
Gede Putra Adnyana
(Guru Kimia SMAN 2 Busungbiu, Buleleng, Bali)

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan: 1) keterampilan berpikir kritis dan 2) pemahaman konsep kimia siswa akibat penerapan Model Siklus Belajar Hipotetis Deduktif (SB-HD) berbantuan Lembar Kegiatan Siswa Eksplorasi Elaborasi (LKS-2E) pada pembelajaran kimia. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Banjar kelas XI Progam IPA.2 yang berjumlah 26 orang dengan rincian 10 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2009/2010. Objek penelitiannya adalah 1) keterampilan berpikir kritis, dan 2) pemahaman konsep kimia siswa. Tindakan pada siklus I menggunakan sintaks SB-HD yang meliputi tahap persiapan, fase eksplorasi yang dibantu dengan LKS-2E, fase pengenalan konsep, dan fase aplikasi konsep. Sedangkan tindakan pada siklus II merupakan penyempurnaan siklus I. Data tentang keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep kimia siswa dikumpulkan dengan metode tes. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model SB-HD berbantuan LKS-2E pada pembelajaran kimia, dapat meningkatkan: 1) keterampilan berpikir kritis siswa dan 2) pemahaman konsep kimia siswa. Rerata keterampilan berpikir kritis siswa untuk semua aspek sebesar 4,39 termasuk kategori rendah pada siklus I meningkat menjadi 6,01 dengan kategori sedang pada siklus II. Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa terjadi pada semua aspek keterampilan berpikir kritis, yaitu merumuskan masalah, memberikan argumentasi, melakukan induksi, melakukan deduksi, melakukan evaluasi serta memutuskan dan melaksanakan tindakan. Pemahaman konsep kimia siswa juga mengalami peningkatan, di mana rerata pada siklus I sebesar 68,33 (KKM-KD = 70), meningkat menjadi 72,07 (KKM-KD = 71) pada siklus II.

Kata kunci: siklus belajar hipotetis deduktif, keterampilan berpikir kritis, pemahaman konsep

Artikel ini telah dimuat pada Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, Volume 1, Nomor 2, Oktober 2011, ISSN: 2087-9040, Diterbitkan oleh: Ikatan Alumni Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA, Universitas Pendidikan Ganesha.

Selengkapnya silahkan unduh di sini: http://www.ziddu.com/download/18871772/Artikel_Jurnal_IKA_Kim_SB_HD_2E.pdf.html
Selengkapnya.. »»  

LKTI Kenakalan Remaja 2011

Lomba Karya Tulis Ilmiah "Kenakalan Remaja III"
Se-Jawa Timur, Bali dan Lombok

Tujuan Kegiatan
1.    Melatih kepekaan siswa untuk menyikapi permasalahan yang dialami oleh dirinya dan permasalahan yang terjadi di sekitarnya.
2.    Mendapatkan pemikiran-pemikiran kritis dari remaja untuk menanggulangi kenakalan remaja.
3.    Melatih siswa untuk menulis karya ilmiah.
4.    Meningkatkan hubungan antara sekolah dengan perguruan tinggi khususnya jurusan Bimbingan Konseling FIP UNDIKSHA.

Tema Penulisan Karya Tulis
Sesuai dengan  nama kegiatan , Tema dari penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu “Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Kualitas Remaja”

Selanjutnya . . . .


Selengkapnya.. »»  

LKTI PHC 2011

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH NASIONAL
TINGKAT SMA/MA/Sederajat Se-Indonesia 2011

Dalam Rangka Dies Natalis Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, maka BEM FKM UNAIR mengadakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Tingkat SMA/MA/Sederajat Se-Indonesia 2011.

TEMA : Pencemaran Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

SUBTEMA :
1.     Inovasi penanggulangan pencemaran tanah
2.    Inovasi penanggulangan pencemaran air
3.    Inovasi penanggulangan pencemaran udara
4.    Strategi promosi kesehatan lingkungan

KETENTUAN :
1.     Peserta lomba adalah siswa SMA/ SMK/ MA sederajat se-Indonesia
2.    Setiap tim maksimal terdiri atas 3 (tiga) orang siswa yang masih aktif di institusi pendidikan.
3.    Peserta membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 85.000,00/ tim yang ditransfer ke rekening panitia LKTI PHC 2011 di Bank Mandiri dengan nomor rekening 141-00-0992199-0 a.n Nenni Septyaningrum. KK SURABAYA UNAIR 14119. (pada slip setoran dicantumkan ”Pembayaran Lomba Karya Tulis Ilmiah PHC 2011 FKM UNAIR”)
4.    Formulir pendaftaran LKTI dikirimkan dalam dua bentuk, yaitu :
·         Softcopy via email ke alamat email  lktifkmunair@gmail.com paling lambat tanggal 16 September 2011 yang disertai dengan scan bukti pembayaran.
·         Hardcopy beserta bukti pembayaran, fotocopy  kartu pelajar, pasfoto terbaru 3×4 (berwarna latar belakang merah) sebanyak 3 lembar ke alamat sekretariat LKTI PHC 2011 paling lambat  tanggal  19 September 2011  (Bukan Cap Pos). (dapat kolektif bagi tim pada sekolah yang sama)
5.    Pengumpulan naskah karya tulis dimulai pada tanggal  5 September-  19
September 2011 bukan cap pos
6.    Naskah karya tulis dikirimkan ke : Sekretariat BEM lt 3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Jl. Mulyorejo Kampus C – Surabaya 60115
7.    lembar pedoman, form pendaftaran, danormat persyaratan penulisan KTI bisa didownload disini

TIMELINE :
1.     Pendaftaran online  : 5 – 16 September 2011
2.    Penerimaan naskah karya tulis  : 5 – 19 September 2011
3.    Seleksi tahap I  : 20 – 29 September 2011
4.    Pengumuman finalis  : 30 September 2011
5.    Technical meeting  : 9 Oktober 2011
6.    Seleksi tahap II/ presentasi final  : 10 Oktober 2011

CONTACT PERSON :
prayuani (085 655 050 385)

Tulisan Lainnya:

Atau di link berikut:

Selengkapnya.. »»  

Lomba Kreativitas Ilmiah Guru 2011

LOMBA KREATIVITAS ILMIAH GURU 2011
Deadline: 13 Agustus 2011

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 akan menyelenggarakan Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) Ke-19 Tahun 2011. LKIG adalah ajang lomba kreativitas bagi guru dalam upaya pengembangan proses pembelajaran guna mempermudah pemahaman ilmu pengetahuan bagi para peserta didik.

TINGKAT DAN BIDANG LOMBA
1)    Guru SD/sederajat: umum (salah satu pelajaran)
2)   Guru SMP/sederajat dan SMA/sederajat: 2 Bidang yaitu Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan(IPSK) dan Bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi (MIPATEK)

RANGKAIAN KEGIATAN
 18 Agustus 2011 : Registrasi Peserta
 19 Agustus 2011 : Presentasi Finalis
 20 Agustus 2011 : Audiensi dan Malam Penganugerahan Pemenang
 21 Agustus 2011 : Kepulangan Peserta

HADIAH
 Piala dan Piagam Penghargaan dari LIPI dan Uang Tunai dari AJB Bumiputera 1912
 Hadiah I : Rp 12.000.000,-
 Hadiah II : Rp 10.000.000,-
 Hadiah III : Rp 8.000.000,-

PERSYARATAN
1)    Peserta adalah guru yang mengajar pada lembaga pendidikan formal.
2)   Belum pernah menjadi pemenang LKIG dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
3)   Sistematika Penulisan : Abstrak, Pendahuluan, Metodologi, Isi/Pembahasan, Kesimpulan dan Daftar Pustaka.
4)   Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diketik HVS A4, berjarak 1½ spasi dengan jenis huruf Arial ukuran 11.
5)   Karya ilmiah harus asli (bukan jiplakan/plagiat) dan belum pernah/sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis tingkat nasional.
6)   Jumlah halaman karya ilmiah maksimal 25 halaman (termasuk sketsa/gambar/foto).
7)   Melampirkan rekomendasi Kepala Sekolah dan Daftar Riwayat Hidup serta mencantumkan alamat dan nomor telepon/fax kantor/rumah/HP yang mudah dihubungi.
8)   Karya ilmiah sebanyak 4 eksemplar (1 asli, 3 fotokopi) dan softcopy (CD) diterima panitia paling lambat tanggal 13 Agustus 2011.
9)   Pada pojok kiri atas sampul ditulis tingkat dan bidang lomba yang diikuti.
10) Warna sampul karya ilmiah : SD (merah), SMP Bidang IPSK (kuning), SMP Bidang MIPATEK (biru), SMA Bidang IPSK (hijau), SMA Bidang MIPATEK (oranye).
11)  Karya ilmiah dan alat peraga yang diperlombakan menjadi milik panitia.
12) Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

Informasi lebih lanjut:
 Panitia LKIG ke-19 2011
 Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan IPTEK LIPI
 Sasana Widya Sarwono Lt.V
 Jl. Jend Gatot Subroto 10
 Jakarta Selatan 12710
 Telepon 021-52920839/021-5225711 Psw.273,274, dan 276
 Fax. 021-52920839/021-5251834

Selengkapnya.. »»  

Penelitian dan Karya Wisata

PENGINTEGRASIAN PENELITIAN DALAM KARYA WISATA
Oleh: Gede Putra Adnyana

1.   Karya Tulis Ilmiah
Tidak semua karya tulis merupakan karya tulis ilmiah (ilmiah artinya mempunyai sifat keilmuan). Terdapat tiga syarat karya tulis ilmiah, yakni :
1.   Kajiannya pada lingkup pengetahuan ilmiah (pengetahuan yang diperoleh dengan metode (berpikir) keilmuan). Ilmiah artinya bersifat dan berada dalam kawasan ilmu;
2.  Menggunakan metode ilmiah (cara berpikir spesifik yang menggabungkan cara berpikir deduktif dan induktif). Ciri-cirinya, yaitu: a) adanya argumentasi teoritik yang benar, sahih dan relevan, b) adanya dukungan fakta empirik, dan c) adanya analisis kajian yang mempertautkan antara argumentasi teoritik dengan fakta empirik terhadap permasalahan yang dikaji.
3.  Tampilannya sesuai dengan sosok tulisan keilmuan.
Ada tiga kelompok karya tulis ilmiah, yaitu:
a)  Laporan hasil kegiatan ilmiah (hasil penelitian, pengkajian, survey, dan atau evaluasi);
b) Tulisan ilmiah (makalah, tulisan ilmiah popular, ulasan ilmiah);
c)  Buku (modul, diktat, karya penerjemahan).
2.  Penelitian dalam Karya Wisata
Berkaitan dengan kegiatan Karya Wisata maka yang akan dilaksanakan adalah Kegiatan Penelitian. Pada dasarnya penelitian adalah penelaahan yang logika proses berpikirnya dinyatakan secara eksplisit dan informasi sebagai bahan berpikir dikumpulkan secara sistematis dan objektif. Pada prinsipnya, langkah-langkah kegiatan penelitian meliputi : 1) menganalisis dan merumuskan masalah, 2) mengkaji teori dan kosep serta menyusun hipotesis, 3) mengumpulkan dan menyusun fakta empiris, dan 4) menganalisis serta menarik kesimpulan dan saran.
Beberapa jenis penelitian yang umum dilakukan antara lain:
1.     Penelitian historis (historical research), bertujuan membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif;
2.    Penelitian deskriptif (descriptive research), bertujuan memaparkan secara sistematis faktual dan akurat mengenai fakta-fatka dan sifat-sifat populasi tertentu;
3.    Penelitian perkembangan (development research), bertujuan menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan dan atau perubahan sejalan dengan fungsi waktu;
4.    Penelitian kasus dan penelitian lapangan (case study and field study), bertujuan mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan sesuatu unit sosial;
5.    Penelitian korelasi (correlational research), bertujuan mendeteksi sejauh mana variasi-variasi suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi factor lain;
6.    Penelitian sebab akibat (causal-comparative research), bertujuan menyelidiki kemungkinan sebab akibat yang didasarkan atas pengamatan yang ada;
7.    Penelitian eksperimental sungguhan (true-experimental research), bertujuan menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan yang tidak dikenai perlakuan;
8.    Penelitian ekperimental semu (quasi-experimental research), bertujuan memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang sebenarnya;
9.    Penelitian tindakan (action research), bertujuan mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau pendekatan baru untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung.
Karya Wisata merupakan salah satu kegiatan untuk mengumpulkan informasi, data, dan menyusun fakta empiris. Proses pengumpulan data ini lebih dapat dipertanggungjawabkan, jika data atau informasi diperoleh dari sumber primer. Untuk itu dalam pengumpulan dan penyusunan fakta empiris, hendaknya dibuat secara terencana, sistematis dan mengacu kepada permasalahan yang dirumuskan. Hal ini penting dalam rangka memudahkan analisis dan penarikan kesimpulan. 
Mencermati ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan Karya Wisata yang didalamnya tersirat dan tersurat kegiatan penelitian sangatlah mendukung pencapaian tujuan pendidikan menengah umum. Di lain pihak akan menumbuh kembangkan iklim meneliti untuk meningkatkan daya nalar, kreativitas dan daya kritis serta membentuk sikap-sikap ilmiah, seperti objektif, jujur, terbuka, toleran, optimis, pemberani, kreatif, tekun, dan bertanggung jawab
4.  Pelaporan Kegiatan Karya Wisata
          Kerangka isi dan format Laporan Hasil Kegiatan Ilmiah dapat berbeda-beda sesuai dengan tujuan pelaporan. Berkaitan dengan kegiatan Karya Wisata dan tetap mengacu kepada sosok tulisan keilmuan, maka kerangka isi dan format laporan hasilnya, terdiri dari:
A.    Bagian Pengantar
(Berisi: halaman judul, lembar persetujuan pembimbing dan kepala sekolah, Nama Kelompok, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan lampiran, serta abstrak atau ringkasan)
B.   Bagian Isi
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar belakang masalah
Menguraikan secara singkat mengapa/latar belakang apa yang menjadikan masalah tertentu diteliti. Memaparkan berbagai kemungkinan masalah yang teridentifikasi serta menetapkan lingkup permasalahan dari berbagai masalah yang teridentifikasi.
1.2 Perumusan masalah
Menguraiakan masalah-masalah pokok yang menjadi pusat perhatian penelitian dalam bentuk rangkaian pertanyaan-pertanyaan.
1.3 Tujuan penelitian
Menjelaskan jawaban atas pertanyaan atau masalah-masalah pokok yang diajukan.
1.4 Manfaat penelitian
Menjelaskan kegunaan / manfaat yang mendasari argumentasi tentang pentingnya penelitian itu dilakukan.
Bab II Kajian Teori / Pembahasan Kepustakaan / Kajian Pustaka
Pada bagian ini, peneliti mengkaji teori-teori yang berhubungan/relevan dengan variabel-variabel penelitian, yang akan digunakan sebagai pijakan dalam analisis. Dibahas juga hasil kajian penelitian terdahulu yang dikaitkan dengan variabel dan masalah penelitian. Dalam bab ini dijelaskan analisis, kajian dan simpulan hubungan antar variabel berdasarkan teori dan hasil-hasil penelitian serta pendapat dan pandangan penulis terhadap teori tersebut.
Bab III Metodologi
3.1 Rancangan penelitian
Rancangan penelitian yang digunakan perlu dijelaskan, karena rancangan penelitian menentukan validitas hasil penelitian. Rancangan penelitian menguraikan tentang gambaran umum cara dan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pengamatan agar dapat diperoleh data yang akurat.
3.2 Variabel Penelitian (Objek Penelitian)
Variabel penelitian perlu dilengkapi dengan definisi operasional, agar tidak terjadi perbedaan penafsiran. Variabel secara sederhana dapat diartikan sebagai cirri dari individu, objek, gejala, peristiwa yang dapat diukur secara kuantitatif maupun kualitatif.
3.3 Instrumen penelitian
Memaparkan macam, bentuk, serta cara penggunaan instrumen penelitian yang akan dipakai untuk mengumpulkan data, bagaimana prosedur penyusunan instrumen, dan bagaimana satuan pengukurannya.
3.4 Pengumpulan data
Menguraikan jadwal, personil, cara/teknik-teknik secara rinci dan lugas sehubungan dengan pengumpulan data.
3.5 Analisis data
Teknik analisis data meliputi langkah-langkah dan cara analisis yang digunakan, yang ditetapkan berdasarkan rumusan tujuan.
Bab IV   Hasil Penelitian dan Pembahasan
4.1 Hasil penelitian
Mengungkapkan dan memaparkan semua hasil pengamatan dalam berbagai bentuk, seperti tabulasi data atau bentuk lainnya. Beberapa kreteria yang perlu diperhatikan dalam penulisan hasil penelitian, yaitu:
a)  Hasil yang dikemukakan adalah hasil yang sangat penting dan relevan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian;
b) Hasil yang dikemukakan hendaknya dapat mengantarkan pembaca ke bagian diskusi atau pembahasan berikutnya;
c)  Hasil penelitian hendaknya dideskripsikan secara akurat, teliti, dan objektif;
d)  Dalam penyajian hasil penelitian, dihindari adanya pengulangan informasi. Misalnya sudah disajikan dalam tabel, kemudian disajikan lagi dalam bentuk grafik.
4.2 Diskusi (Pembahasan)
Mengungkapkan pandangan peneliti tentang hasil penelitian yang didapatkannya. Diskusi mengacu atau berlandaskan pada permasalahan yang ingin diungkap. Uraian diskusi ini selanjutnya akan merupakan argumentasi dari kesimpulan dan saran hasil penelitian. Dalam pembahasan hasil penelitian dikemukakan kaitan hasil penelitian dengan bidang-bidang ilmu lainnya yang relevan, dipaparkan implikasi hasil penelitiannya, serta diuraiakan kelemahan atau keterbatasan hasil penelitian tersebut.
Bab V   Simpulan dan Saran
5.1 Simpulan
Merangkum semua hasil penelitian yang diuraikan pada hasil dan diskusi hasil penelitian. Simpulan merupakan urutan jawaban dari rumusan masalah yang diajukan.
5.2 Saran-saran
Saran dapat diajukan kepada pemerintah atau lembaga atau kelompok masyarakat, dan dapat berupa saran penelitian lanjutan, anjuran penggunaan hasil penelitiann dan lain-lain. Suatu saran harus didahului dengan uaraian yang merupakan argumentasi dari saran yang diajukan dan berdasarkan atau berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.
C.   Bagian Penunjang
Pada bagian ini, terdiri dari daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang diperlukan untuk menunjang isi laporan, misalnya instrumen penelitian, surat-surat, dan foto-foto berkaitan dengan penelitian.

Daftar Pustaka

Agus Djaja D dan Hermansyah. 2002. Kebijakan Pemerintah di Bidang Pendidikan. Bandung: Ditjen Dikdasmen Depdiknas
E. Zaenal Arifin. 2000. Dasar Dasar Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: PT Grasindo
Nana Sudjana. 1999. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah; Makalah-Skripsi-Tesis-Disertasi. Cet. Ke-5. Bandung: Sinar Baru Algensindo
S. Margono. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Cet. Ke-2. Jakarta: PT Rineka Cipta
Sadia, I Wayan. 2002. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah. (Makalah). Singaraja: IKIP Negeri Singaraja
STKIP. 1997. Pedoman Penulisan Skripsi/Tugas Akhir. Singaraja: STKIP
Subana, H.M. dan Sudrajat. 2001. Dasar Dasar Penelitian Ilmiah. Cetakan I. Bandung : CV Pustaka Setia
Suhardjono. 1995. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi. Jakarta : Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis Dikbud
Wahyuddin Latunreng. 2002. Manajemen Kelompok Ilmiah Remaja. LIPI

Selengkapnya.. »»